Nursyamsiking's Blog

Just another WordPress.com weblog

HANYA SEBUAH SENYUMAN

Pagi yang indah, dimana ayam berkokok dengan semangatnya, dan burung-burung berkicau riang diatas pohon cemara, tepatnya disamping kamar tidur Fadil. Sinar matahari menembus kaca jendela, dan menyilaukan mata, sehingga membuat Fadil terpaksa bangun dari tempat tidur.

Seperti biasa, Fadil menyetel radio  disamping tempat tidurnya. Dan, kebetulan sekali, pagi itu Vj  Rianty sedang siaran. Suaranya emang khas, dia memeang cocok sekali sebagai Vj. Sebagai lagu pembuka, ia memutarkan laguUngu,yang judulnya “Ijinkan Aku”. Lagu itu sempat membuat Fadil terbang dalam hayalan tentunya bersama Claudya. fadil menghayal sehinnga sebuah teriakan dari Bunda, menghancurkan lamunan Fadil.

Bunda mengingatkan bahwa hari sudah siang, jam 07.00. Fadil terlompat kaget, karena sekolah masuk jam 07.15. Fadil lalu mengiyakan, dan dengan segera berpakaian sekolah. untung saja, Fadil udah menyiapkan roster, malam sebelumnya.

“ya, udah ini uang sakumu”, kata Bunda dengan menyodorkan.

“Thanks,mom “.

Hari suadah menunjukkan pukul 07.25, aku baru tiba. Dihalaman parkir motor,Fadil memarkirkan motornya.

Tiba-tiba sebuah sedan hitam yang Fadil kenal banget,merem dengan kerasnya. Fadil kaget, “ Nggak mungkin dia deh”. Pintu sedan hitam itu lalu terbuka, dan menjawab keraguanku. Ternyata yang baru datang adalah Claudya.Fadil hanya menganga terpana, menyaksikan ia lari tergesa-gesa, melewati pintu gerbang sekolah.

Segera Fadil buyarkan lamunannya. Dan Fadilpun berlari dengan kencang ke kelas. Pak Risman, guru kimiaku kebetulan sedang mengajar.

“Dari mana aja kalian, tanya pak Risman.”

“Hmmm…hmmm..””jawab Claudya dengan gelisah.

Aku lalu berlagak sok pahlawan, “ Maaf Pak, sebenarnya tadi, Claudya tidak terlambat.Aku melihat mobil dia kempes di jalan Soedirman. Jadi, dia tidak terlambat donk Pak. Khan kesalahan tekhnis aja.”

“Jadi, begitu yahh..”jawab Pak Risman serius.”Benar begitu Claudya?”selidik Pak Risman. Claudya kaget mendengarkan jawabanku, ia tak menyangka bahwa aku akan berlaku demikian. Ia hanya tertunduk mengiyakan.

“Baiklah, Claudya kamu boleh duduk.”

Nah, kamu Fadil apa kini alasan kamu.Kamu sudah hampir tiap hari telat melulu apa lagi alasan kamu kali ini.Aku lalu menelan ludah dengan refleks,aku menggaruk kepala dan menyengir.”Hehehe,maaf”.

“Sekarang,kamu diluar aja.”jawab Pak Risman dengan kerasnya.yah…terpaksa aku keluar,semua teman aku menyoraki aku.Aku sangat malu,apalagi claudya sempat memandangku.

Sewaktu istirahat, ku lihat Claudya datang menghampiriku. aku pun salah tingkah, aku pun berpura-pura

Januari 24, 2010 - Posted by | Cerita

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.