Nursyamsiking's Blog

Just another WordPress.com weblog

AKU, DIA DAN CINTAKU

Sebuah masa peralihan antara masa kanak- kanak dan dewasa. Hal ini yang terjadi pada gadis yang beranjak usia 17 tahun, Tasya.

Pagi yang mendung, tatkala hujan gerimis yang melanda kota Tangerang, Tasya tampak melamun dibawah naungan pohon beringin dekat kelasnya. Ketika ia asyik melamun tiba-tiba terdengar suara terikan kedua sahabatnyaAnton dan Ashar.

“Hai..Jangan banyak melamun kamu, nanti jerawatan lho..sahut Anton dan Ashar”.

“Biarin..”

“Kamu kenapa sich,belakangan ini kok melamun melulu..?? Kamu ada masalah yach dengan Kak Ian..??

“Nggak kok..”

“Terus mengapa kau seperti ini..??”

“Sejujurnya aku ingin ditunangkan dengan anak sahabat orangtuaku.”

“Kamu mau ditunangngin ama lelaki itu..??”

“Entahlah..”

“Sekarang kamu fokus dulu pada UAN bulan ini…”

“Yach,Makasih Sobat..”

Bel  tanda masuk kelas berbunyi, mereka bertigapun beranjak menuju kelas mereka. Dan melupakan semua yang akan terjadi pada Tasya.

Seiring berjalannya waktu, tak terasa Tasya,Anton, dan Ashar kini akan berpisah,sebab waktu yang mempertemukan mereka dan waktupulalah yang memisahkan mereka.

Tiba- tiba Tasya teringat dengan pertunangannya bersama

lelaki yang tak pernah ia jumpai sebelummnya.Yang tak

ada rasa cinta dan sayang, karena cinta dan kasih sayang

Tasya hanya milik Kak Ian. Kini tak ada lagi semangat

serta dukungan dari sahabatnya, Anton dan Ashar sebab mereka berdua kini melanjutkan Perguruan Tinggi diluar kota Tangerang. Tak ada tempat untuk mengadu semuanya, sedangkan kekasih hatinya telah pergi ke negara Paman Sam, Negara Belanda untuk menuntut ilmu yang selama ini dia impi-impikan. Kak Ian berjanji saat usia Tasya 20 tahun, ia akan melamarnya meskipun banyak  halangan dan rintangan yang menghadang.

“Tasya, kamu sudah bangun Nak, sahut Mama.”

“Iya,Mama”

“Kamu temenin anak sahabat mama yach Nak”.

“Iya, tunggu sebentar Mama”.

Tasya menghapus air matanya dan segera

keruang tamu menemani anak sahabat Mama,

yang tak lain adalah calon Tunangannya.

“Hai,perkenalkan namaku Rayhan..”

“Tasya”
Tak lama lagi pertunangan mereka akan di adakan,

Tasya sudah mengenal Rayhan tiga bulan lebih,rasa sayang pada Rayhan muncul dengan sendirinya, begitupun Rayhan meskipun ia tahu kalau Tasya sudah memiliki kekasih hati tetapi ia ingin jadi kedua bagi Tasya.  Ketika Tasya dan Rayhan di Mal, tiba-tiba HP Tasya berdering, telfon dari Kak Ian.

“Assalamu Alaikum”

“Waalaikum Salam”

“Sayang, minggu depan aku balik ke Indonesia”

“Ohh..”
“Aku kangen nich ama kamu”

“Akupun begitu sayang, ada kabar buruk niey sayang,,”

“Emangnya ada apa”

“Minggu depan aku akan tunangan dengan anak sahabat Mama”.

“Hmm..,.Udah dulu yach Sayang, dia manggil aku niey, Assalamu Alaikum..”

“ Waalaikum Salam..”

Wajah Rahyan merah ketika ia tahu Tasya menelfon dengan orang lain.Ia sangat cemburu.

“Tasya, siapa tadi yang telfon..?”

“Kak Ian..”

“Kamu sudah bilang sama dia kalau kita akan tunangan..?”

“Iya..”

“Sejujurnya Tasya,aku benar-benar sayang dan cinta sama kamu”.

Hari yang mendebarkan bagi Tasya, karena hari yang membahagiakan sekaligus menyedihkan baginya. Tasya bingung harus pilih yang mana, dia tak tahu siapa yang benar-benar pantas untuknya. Kak Ian atau Kak Rayhan. Tasya sangat dilema, ia takut mengecewakan keduanya. Tetapi Tasya harus memilih salah satunya yang akan ia kecewakan. Suara klakson mobil  yang benar-benar Tasta hafal kenal, yach suara klakson mobil Ian.

“Kau telah datang..sahut Tasya dalam hati..”

“Tolong,batalkan acara pertunangan ini..sahut Ian”.

“Jangan seenaknya saja membatalkan acara orang.,

sahut Rayhan”.

“Sekarang, kamu pilih yang mana Tasya,aku atau dia..??”

“Aku..,Aku…,Aku..,”

“Pasti kamu akan pilih aku,iya khan Tasya,sahut Rayhan”.

“Maaf sebelumnya, aku sebenarnya tak ingin mengecewakan kalian berdua,sebab aku sayang dan cinta sama kalian.Aku tak tahu harus pilih yang mana, antara kau dan dia”.

“Terserah dari kamu Tasya,kamu pilih yang

mana,aku hanya bisa mendoakan kamu bahagia

bersama Rayhan”.

“Aku pilih kau Kak Ian,maafkan aku Kak Rayhan”

Aku tahu kamu pasti kecewa dengan keputusanku”.

Rayhan sangat terpukul dengan keputusan

Tasya, ia sedih mendengarkan semua ini.

Dan akhirnya Tasya,menyadari siapa yang

benar-benar mencintainya yakni Kak Ian.

Kak Ian adalah cintaku..My First Love…..

Januari 24, 2010 - Posted by | Cerita

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.