AKU, DIA DAN CINTAKU
Sebuah masa peralihan antara masa kanak- kanak dan dewasa. Hal ini yang terjadi pada gadis yang beranjak usia 17 tahun, Tasya.
Pagi yang mendung, tatkala hujan gerimis yang melanda kota Tangerang, Tasya tampak melamun dibawah naungan pohon beringin dekat kelasnya. Ketika ia asyik melamun tiba-tiba terdengar suara terikan kedua sahabatnyaAnton dan Ashar.
“Hai..Jangan banyak melamun kamu, nanti jerawatan lho..sahut Anton dan Ashar”.
“Biarin..”
“Kamu kenapa sich,belakangan ini kok melamun melulu..?? Kamu ada masalah yach dengan Kak Ian..??
“Nggak kok..”
“Terus mengapa kau seperti ini..??”
“Sejujurnya aku ingin ditunangkan dengan anak sahabat orangtuaku.”
“Kamu mau ditunangngin ama lelaki itu..??”
“Entahlah..”
“Sekarang kamu fokus dulu pada UAN bulan ini…”
“Yach,Makasih Sobat..”
Bel tanda masuk kelas berbunyi, mereka bertigapun beranjak menuju kelas mereka. Dan melupakan semua yang akan terjadi pada Tasya.
Seiring berjalannya waktu, tak terasa Tasya,Anton, dan Ashar kini akan berpisah,sebab waktu yang mempertemukan mereka dan waktupulalah yang memisahkan mereka.
Tiba- tiba Tasya teringat dengan pertunangannya bersama
lelaki yang tak pernah ia jumpai sebelummnya.Yang tak
ada rasa cinta dan sayang, karena cinta dan kasih sayang
Tasya hanya milik Kak Ian. Kini tak ada lagi semangat
serta dukungan dari sahabatnya, Anton dan Ashar sebab mereka berdua kini melanjutkan Perguruan Tinggi diluar kota Tangerang. Tak ada tempat untuk mengadu semuanya, sedangkan kekasih hatinya telah pergi ke negara Paman Sam, Negara Belanda untuk menuntut ilmu yang selama ini dia impi-impikan. Kak Ian berjanji saat usia Tasya 20 tahun, ia akan melamarnya meskipun banyak halangan dan rintangan yang menghadang.
“Tasya, kamu sudah bangun Nak, sahut Mama.”
“Iya,Mama”
“Kamu temenin anak sahabat mama yach Nak”.
“Iya, tunggu sebentar Mama”.
Tasya menghapus air matanya dan segera
keruang tamu menemani anak sahabat Mama,
yang tak lain adalah calon Tunangannya.
“Hai,perkenalkan namaku Rayhan..”
“Tasya”
Tak lama lagi pertunangan mereka akan di adakan,
Tasya sudah mengenal Rayhan tiga bulan lebih,rasa sayang pada Rayhan muncul dengan sendirinya, begitupun Rayhan meskipun ia tahu kalau Tasya sudah memiliki kekasih hati tetapi ia ingin jadi kedua bagi Tasya. Ketika Tasya dan Rayhan di Mal, tiba-tiba HP Tasya berdering, telfon dari Kak Ian.
“Assalamu Alaikum”
“Waalaikum Salam”
“Sayang, minggu depan aku balik ke Indonesia”
“Ohh..”
“Aku kangen nich ama kamu”
“Akupun begitu sayang, ada kabar buruk niey sayang,,”
“Emangnya ada apa”
“Minggu depan aku akan tunangan dengan anak sahabat Mama”.
“Hmm..,.Udah dulu yach Sayang, dia manggil aku niey, Assalamu Alaikum..”
“ Waalaikum Salam..”
Wajah Rahyan merah ketika ia tahu Tasya menelfon dengan orang lain.Ia sangat cemburu.
“Tasya, siapa tadi yang telfon..?”
“Kak Ian..”
“Kamu sudah bilang sama dia kalau kita akan tunangan..?”
“Iya..”
“Sejujurnya Tasya,aku benar-benar sayang dan cinta sama kamu”.
Hari yang mendebarkan bagi Tasya, karena hari yang membahagiakan sekaligus menyedihkan baginya. Tasya bingung harus pilih yang mana, dia tak tahu siapa yang benar-benar pantas untuknya. Kak Ian atau Kak Rayhan. Tasya sangat dilema, ia takut mengecewakan keduanya. Tetapi Tasya harus memilih salah satunya yang akan ia kecewakan. Suara klakson mobil yang benar-benar Tasta hafal kenal, yach suara klakson mobil Ian.
“Kau telah datang..sahut Tasya dalam hati..”
“Tolong,batalkan acara pertunangan ini..sahut Ian”.
“Jangan seenaknya saja membatalkan acara orang.,
sahut Rayhan”.
“Sekarang, kamu pilih yang mana Tasya,aku atau dia..??”
“Aku..,Aku…,Aku..,”
“Pasti kamu akan pilih aku,iya khan Tasya,sahut Rayhan”.
“Maaf sebelumnya, aku sebenarnya tak ingin mengecewakan kalian berdua,sebab aku sayang dan cinta sama kalian.Aku tak tahu harus pilih yang mana, antara kau dan dia”.
“Terserah dari kamu Tasya,kamu pilih yang
mana,aku hanya bisa mendoakan kamu bahagia
bersama Rayhan”.
“Aku pilih kau Kak Ian,maafkan aku Kak Rayhan”
Aku tahu kamu pasti kecewa dengan keputusanku”.
Rayhan sangat terpukul dengan keputusan
Tasya, ia sedih mendengarkan semua ini.
Dan akhirnya Tasya,menyadari siapa yang
benar-benar mencintainya yakni Kak Ian.
Kak Ian adalah cintaku..My First Love…..
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Januari 2010 (9)
- Desember 2009 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS